Assalamualaikum Wr. Wb., blog ini dibuat untuk memenuhi salah satu Tugas Bahasa Indonesia mengenai Teks Kritik Sastra dan Teks Esai. Blog ini dibuat oleh:
Nama: Eka Pradipa Sudrajat
No Absen: 06
Kelas: XII-MIPA-10
Teks Kritik Sastra
Teks Kritik Sastra Novel Burlian Karya Tere Liye
Tere Liye adalah nama pena dari Darwis, beliau berasal dari pedalaman sumatera yang berprofesi sebagai Akuntan. Menulis baginya hanya sekedar hobi, pengisi waktu luang. Tere Liye merupakan nama pena seorang penulis berbahasa Indonesia. Tere Liye telah menghasilkan belasan novel, Ia bisa di anggap salah satu penulis yang telah banyak menelurkan karya-karya best seller. Saat ini ia telah menghasilkan banyak karya, bahkan beberapa di antaranya telah di angkat ke layar lebar. Darwis lahir pada tanggal 21 Mei 1979 di pedalaman Sumatera Selatan. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara yang berasal dari keluarga petani Namun walaupun berasal dari pedalaman, sastra adalah sastra dimanapun ia berada
Berbeda dengan penulis lainnya,Tere Liye selalu membubuhkan makna hidup di setiap karyanya. Di setiap sub bab cerita yang ia tulis selalu saja ada makna hidup baru yang memberikan pelajaran bagi pembacanya. Tak hanya itu,makna-makna hidup itu tak terlihat membosankan karena telah dibungkus oleh cerita yang fantastis darinya. Novel yang ia tulis akan membawa pembacanya kepada dunia imajinasi yang luas dan menarik.
Hal ini bisa terlihat dari salah
satu novel yang saya baca yaitu Burlian. Novel Burlian ini merupakan karya Tere
Liye di tahun 2009 yang merupakan seri dari “Serial anak-anak mamak”. Novel ini
menceritakan tentang petualangan masa kecil seorang anak yang bernama Burlian.
Burlian adalah seorang anak dari kampung Paduraksa. Anak kedua Mamak dan Bapak, diberi julukan “Anak Istimewa oleh kedua orang tuanya”. Bandel dan kadang susah diatur. Suatu hari dia mengajak kakaknya yang bernama Pukat untuk bolos sekolah dan mencari belalang. Kejadian itu diketahui oleh Mamak sehingga beliau marah. Maka Burlian dan Pukat ihukum mencari kayu bakar naik turun gunug denan hanya berbekal nasi putih tanpa lauk. Hukuman itu membuat kedua anak itu tidak berani lagi membolos.
Di lain waktu, Burlian membeli dua kartu SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah), sejenis judi togel. Karena suatu kejadian orang-orang kampung menanyakan tanggal lahir Burlian sebagai angka togel. Ternyata saat pengumuman angka yang keluar adalah kebalikan dari tanggal lahir burlian dan burlian menang. Kartu itu disembunyikan dibalik pakaian, tetapi sial mamak menemukan kartu itu dan memarahinya. Mamak marah besar dan menyobek kertas SDSB tersebut sampai berkeping-keping. Walau menang empat nomor dengan dua kartu yang hadiahnya sangat banyak, tetapi Mamak tidak sudi mendapat uang haram.
Suatu ketika Burlian dan Kak Pukat nekad bermain ke sungai larangan bersama Can. Mereka berniat untuk memburu ikan. Tanpa sengaja kaki Burlian terperosok sehingga kesarang buaya. Padahal disana terdapat buaya yang sangat dekat jaraknya dengan Burlian dan siap menerkam. Kak Pukat berteriak minta tolong, untung Bapak dan Bakwo Dar datang secara tiba-tiba. Dengan senapan angin, Bapak menembak buaya tersebut. Mereka sedikit terkejut karena selama ini mereka tidak tahu Bapak dapat menggunakan senapan angin.
Burlian bersekolah disebuah sekolah yang tua dan bangunannya sudah rapuh. Disana ada Pak Bin yang telah mengabdi sebagai guru seama 25 tahun. Mengajar anak-anak dengan tulus dan iklas walaupun selama ini Pak Bin tidak pernah diterima menjadi PNS karena terkendala uang. Jika mau jadi PNS, Pak Bin harus menyogok lima juta. Tetapi beliau tidak mau melakukannya.
Selain bersekolah, Burlian mengaji di tempat Nek Kiba. Bila telah khatam, Mamak berjanji akan membelikannya sepeda. Tetapi sampi hari H tiba, sepeda baru belum dibeli. Burlian membenci Mamak, Burklian menyangka Mamak tidak menepati janji. Padahal uang Mamak dipakai Ayuk Eli mendaftar sekolah di kota dan membantu pengobatan anaknya Wak Lihan yang sedang sakit keras. Tetapi Burlian beklum mengerti.
Bapak dengan sabar menasehati Burlian, menceritakan tentang masa kecil Burlian dulu. Mamak telah berkorban besar untuknya,melindungi Burlian dari ribuan lebah. Memeluk Burlian erat-erat sehingga tak seekor lebah pun menyerangnya. Mamak lah yang disengat ribuan lebah sampai Mamak sakit berbulan-bulan.
Ayuk Eli juga menceritakan pengorbanan lain Mamak. Mamak telah menggadaikan cincin pernikahannya untuk membelikan Burlian sepeda, meskipun cincin itu adalah harta yang paling berharga untuknya.
Mendengar semua cerita itu, Burlian sadar betapa besarnya cinta Mamak. Bahkan apa saja akan dilakukan Mamak demi Burlian, Amelia, Kak Pukat, dan Ayuk Eli, itu masih sebagian kecil dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada mereka. Bulian menyesal dan merasa malu telah berlaku seperti itu kepada Mamak.
Kampung sedang gempar karena akan diadakan pemilihan kepala kampung. Mang Dullah sudah habis masa jabatannya. Kandidat yang mencalonkan irihanya Haji Sohar, tetapi kebanyakan warga tidak menyukainya. Bersamaan dengan hari pemilihan, SD tempat Burlian sekolah ambruk, bangnan itu roboh parah. Juni dan Juli( teman Burlian yang kembar) yang saat itu ada di dalam kelas tertimpa runtuhan dan meninggal di tempat. Burlian selamat dari kejadian itu meski harus di rawat inap.
Kejadian runtuhnya sekolah itu ramai diberitakan di stasiun televisi nasional. Sampai-saampai Pak Menteri mendatangi Burlian sebagai korban selamat, dan menanyai apa saja yang di inginkan Burlian dan akan dituruti. Permintaan Burlian antara lain sekolah dibangun lagi dan Pak Bin diangkat menjadi PNS.
Keinginannya dapat terealisasikan dengan dilaksanakannya Program ABRI Masuk Desa. Para ABRI membantu membangun sekolah, mesjid kampung, dan belasan kamar mandi umum. Dan Pak Bin sekarang sudah menjadi PNS, hal itu semakin menambah semangat Pak Bin mengajar, apalagi saat itu mendekati ujian kelulusan. Sampai akhirnya semua siswa kelas enam lulus, mereka berjumlah tiga belas orang. Semua mendapat nilai yang baik. Bahkan Pak Bin mendapat penghargaan dari dinas pendidikan. Dan kabar baik , Nakamura(insinyur dari jepang yang sedang membangun jalan lintas Sumatra) menawakan Burlian sekolah SMP, SMA, dan kuliah di Jakarta. Impian Burlian terwujud. Betapa bahagia Bapak dan Mamak. Cerita diakhiri dengan latar waktu dan tempat 10 tahun kemudian di jepang,Burlian akhirnya dapat bertemu dengan Nakamura-san dan anaknya di jepang.
Tere Liye mencceritakan Burlian menggunakan alur maju,dengan menggambarkan detail setiap peristiwanya. Penggambaran tokoh Burlian dari sudut pandang orang pertama membuat pembacanya berimajinasi seolah-olah mengalami ceritanya. Selain itu,penceritaan dengan menggunakan bahasa yang ringan membuat novel ini mudah dicerna untuk kalangan anak-anak yang beranjak remaja.
Jika dilihat dari covernya,menurut saya cover buku ini kurang menarik,apalagi jika peruntukannya untuk remaja. Seharusnya cover dibuat lebih menarik dan menggambarkan keseruan petualangan Burlian.Kelebihan dari novel ini,ceritanya yang menarik dan seolah-olah nyata. Selain itu novel ini berisi kisah yang menantang dan menginspirasi bagi pembacanya. Sedangkan kekurangan dari novel ini,menurut saya novel Burlian ini memiliki ending yang menggantung dimana Burlian bertemu Nakamura-san di Tokyo yang membuat pembaca menjadi penasaran akan adakah cerita selanjutnya.
Dibalik itu semua,novel ini sangat cocok bagi semua kalangan terutama kalangan remaja,karena bermanfaat dan menginspirasi pembacanya. Novel ini mengajarkan pembacanya untuk terus berusaha meskipun ditengah keterbatasan.
Teks ESSAI
Lelang Privasi Ditengah Trendingnya NFT
NFT,kata yang terdengar asing namun membuat heboh publik. Non-Fungible Token atau NFT adalah aset digital yang satu-satunya dimiliki oleh pemilik tersebut. Sebagian besar NFT menggunakan teknologi blockchain ethereum untuk merekam transaaksi di dalamnya. NFT mewakili barang berharga atau unik dengan nilai tukar yang tidak bisa diganti.
Barang yang bisa dijual dengan bentuk NFT bisa berupa karya seni seperti aset game, foto, video, musik dan lain-lainya. Kita juga bisa mengubah aset dokumen menjadi NFT. Mengenai harga jual, tergantung dari faktor subjektif seperti kualitas, kreativitas dan reputasi dari sang seniman.
Baru-baru ini publik dihebohkan dengan trendingnya ‘Ghozali’ seorang mahasiswa asal Semarang yang mendadak menjadi miliader setelah menjual foto selfienya di NFT yang ia ambil selama 5 tahun ,sejak 2017 silam. Diketahui Ghozali telah meraup keuntungan hingga 13 miliar,dari hasil penjualan foto selfienya. Hal ini tentunya menarik warganet untuk berbondong-bondong mencoba platform opensea tersebut.
Namun,mirisnya bukan hanya sebuah karya saja yang diperjualbelikan tetapi ada juga yang menjual foto KTP mereka. Tentunya hal ini sudah menyangkut privasi seseorang. Berdasarkan tuturan Dirjen Kependudukan,Zudan Arif, Foto dokumen kependudukan yang berisi data-data pribadi dan sudah tersebar sebagai NFT itu, akan sangat memicu terjadinya fraud/penipuan/kejahatan, dan membuka ruang bagi ‘pemulung data’ untuk memperjualbelikannya di pasar underground
Bukan tidak mungkin adanya celah dibalik canggihnya teknologi NFT. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tentunya rela mengeluarkan sejumlah uang demi melancarkan aksi mereka. Data KTP yang mereka dapatkan bisa saja menjadi bahan pemerasan ataupun penyalahgunaan seperti memanipulasi data.
Selain itu, menjual data pribadi penduduk, baik dalam bentuk NFT atau yang lainnya, merupakan satu tindakan pelanggaran hukum. Tidak tanggung-tanggung pelanggar dapat dikenai ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 96 dan Pasal 96A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.
Tanpa kita sadari,kemajuan teknologi seperti ini tentunya bisa menjadi momok yang menakutkan bagi kita. Di era 4.0 ini kejahatan semakin sulit untuk terlihat dan kita sadari. Oleh karena itu,marilah kita manfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya dan menggunakannya dengan bijak agar privasi kita tetap terjaga.
Demikian Blog ini saya buat,mohon maaf apabila ada kesalahan,kritik dan saran saya harapkan. Wassalamualaikum Wr. Wb.